Here's The REAL things about indigo

First of all, mari bedakan antara spiritual dan supranatural. Mirip? Iya. Tapi berbeda. Seperti persamaan antara gula pada green tea dan puting pada pria. Sama - sama tidak jelas untuk apa.

Supranatural terlebih dahulu. Supranatural adalah istilah yang digunakan untuk merangkum semua hal yang berhubungan dengan metafisika. Jin, energi dalam, fortune telling, demit, pesugihan, and soon. You named it. Sedangkan spiritual agak berbeda. Sama - sama hal yang sulit ditelusuri melalui nalar. Namun yang ini lebih mengarah pada pendalaman hakikat. Sejenis dengan filosofi, hanya saja mempunyai lingkup wilayah yang lebih spesifik, bagaimana kita memaknai hidup secara lebih manusiawi dengan segala kodratnya.

Apa saja yang termasuk disini? Ketuhanan, religi, makna hidup, dan kebijaksanaan. Dari sini nanti akan berkembang aspek - aspek pendukung, misalnya saja meditasi dan pencarian jati diri. Nah, sudah paham bedanya? Kita lanjutkan ke pokok bahasan utama.



Entah demit macam apa yang sedang merasuki Indonesia, tiba - tiba saja indigo menjadi sebuah tren. Semua orang mengaku indigo. Saya bisa bicara dengan makhluk halus lho, saya sering mendapatkan premonisi lho, saya sering beol sambil nangis lho! Ok, yang terakhir itu bercanda.

Semua pengakuan tersebut kemudian mengerucut pada satu pertanyaan. Saya termasuk indigo, bukan? Jika dijawab iya, berarti saya keren. Karena memiliki kemampuan adialami. Jika dijawab tidak, nah, tanya sama orang lain hingga diiyakan kalau memang dia indigo. Yang lucu adalah, bahkan mereka tidak tahu apa bedanya setelah mengetahui apakah mereka indigo atau bukan.

Apapun alasannya, indigo hanya sekedar label. Label yang diberikan pada orang - orang yang memiliki kemampuan "khusus". Khusus dalam tanda petik berarti kemampuan itu bisa berupa apa saja. Tentu saja di luar kemampuan manusia pada umumnya. Pernah melihat X - Men? Nah, mudahnya indigo ya seperti itu. Ada yang keindigoannya berupa kemampuan membaca pikiran, melihat jerohan manusia tanpa x - ray, sangat jenius, pokoknya hal - hal semacam itu.

Tidak bisa dipungkiri, orang - orang berlabel indigo memang memiliki kepekaan indra yang lebih dari orang pada umumnya. Tapi bukan hanya itu indikasinya. Indikasi yang lebih penting adalah masalah kebijaksanaan. Indigo yang benar - benar indigo tidak akan dipusingkan apakah ia indigo atau tidak. Ia dewasa dan tenang. Memiliki jalan pikiran yang terkadang terlalu ekstrim sehingga menyulitkan orang - orang di sekitarnya untuk mengimbangi.

Mereka sadar sepenuhnya, label indigo tidak akan laku dijual untuk mengisi perut. Itu hanya masalah keren - kerenan. Yang lebih mereka pikirkan adalah, apa yang harus mereka lakukan dengan. kemampuannya tersebut? Apa kemampuannya itu dapat membantu orang - orang di sekitarnya? Begitu lah seharusnya.

Tanggung jawab besar menggelayuti seorang indigo. Karena hadiah kemampuan luar biasa mereka langsung dari Tuhan. Tidak dipelajari di sekolah atau pun perguruan mana pun. Dan mereka wajib memberikan laporannya kelak, langsung di hadapanNya pula.

Kembali ke perbandingan spiritual vs supranatural dan kaitannya dengan indigo. Indigo adalah sebuah hal yang masuk dalam spiritualitas. Ia tidak berkaitan secara langsung dengan dunia perdemitan. Indigo, selain penekanan pada kemampuan adialaminya, adalah sebuah simbol kemajuan kesadaran spiritual manusia. Yang kemudian diikuti dengan poin tambahan berupa kemampuan supranatural, meskipun tidak selalu seperti itu juga. Mungkin lain kali akan kita bahas seperti apa indigo dari kacamata psikologi dan kedokteran.

So, poin utamanya adalah, cuma sekedar bisa melihat makhluk halus bukan berarti Anda indigo. Itu namanya Anda berbakat menjadi dukun. Tidak lebih tidak kurang.

Sekian.

NB : "Kamu indigo, saya manusia. Kita sama."

No comments:

Post a Comment